CTC UNTUK YANG SADAR LEBIH DAHULU

CTC UNTUK YANG SADAR LEBIH DAHULU

Suatu ketika saya sharing tentang "Conflict Resolution" di depan beberapa Pimpinan di sebuah University. Satu diantaranya profesor, beliau bertanya, "Pak Jumala, di antara team saya ada satu yang menjadi problem maker, sebut saja namanya adalah si Fulan. Ini bukan hanya saya yang merasakannya, tetapi teman-teman saya yang lain juga mengatakan demikian tentang si Fulan itu. Pertanyaan saya, siapa yang harus diterapi, harusnya dia kan, Pak, agar berubah?" 

"Yang perlu diterapi adalah siapa yang datang kepada saya, alias siapa yang sudah sadar akan kebutuhan mengakhiri masalah terlebih dahulu." Jawab saya.

"Lho kok jadi saya yang diterapi, Pak, padahal yang problem maker dia, teman-teman saya juga sepakat bahwa dia memang problem maker. Bahkan teman-teman dia sendiri juga menganggap si Fulan tukang buat masalah. Mengapa jadi saya yang harus mengalah, mengapa jadi saya yang harus berkorban?"

"Ibu tidak perlu mengalah, Ibu juga tidak perlu berkorban, sama-sekali tidak perlu." Kata saya. 

"Lalu mengapa saya yang diterapi?"  tanya beliau lagi. 

"Ibu diterapi karena Ibu yang ada di depan saya." Jawab saya dengan tersenyum.  "CTC bisa membantu conflict management dari dua arah. Dan yang terpenting adalah, dengan terapi CTC Ibu bisa jauh lebih mudah menguasai/mengendalikan dengan cara yang sangat elegan." Lanjut saya.

Selanjutnya dalam menjalani terapi beliau menangis tersedu-sedu. Selesai terapi terbuka hatinya, bahgia perasaannya, merasa mendapatkan banyak ide dan solusi, dan beliau menyampaikan terima kasih. 

#CTCTherapy
#CTCSelfTherapy
#ConflictResolution

Continue reading

HATI-HATI PERASAAN BURUK BISA MENJADI KENYATAAN

HATI-HATI, PERASAAN BURUK BISA MENJADI KENYATAAN. Hai sahabat, kali ini saya akan sharing sebuah topik yang sangat menarik yaitu “Perasaan kamu bisa menjadi kenyataan “ dan semoga bermanfaat khususnya di masa pandemi . Sebetulnya bisa di manfaatkan di berbagai situasi, tetapi khususnya di dalam masa pandemi ini tulisan ini menjadi sangat penting karena anda bisa menjawab pertanyaan, "Apakah saya bisa bertahan di dalam Masa Pandemi ini. "

Sahabat semuanya, perasaan adalah dihasilkan oleh fikiran, jadi kalau fikiran kita baik perasaan kita juga akan ikut baik. Kalau fikiran kita buruk, presepsi kita buruk tentang sesuatu, maka perasaan kita juga buruk.  Banyak  orang-orang hebat mengatakan bahwa ‘Perasaan buruk yang menetap di dalam diri cukup lama, maka sesungguhnya kita sedang memanggilnya untuk masuk kedalam hidup kita, jadi kalau kita berfikir buruk terus menerus, kita sesungguhnya sedang memangil perasaan itu/ fikiran itu kedalam hidup kita.

Setiap orang mempercayai kepercayaannya dan oleh karna itu dia mengikuti apa yang dia percayai. Jadi kalau perasaannya buruk sesungguhnya dia sedang mencari dan meniti jalan menuju keburukan seperti yang ia percayai. kalau perasaannya baik dan optimis dia juga terus mencari jalan dan menapakinya menuju kondisi seperti yang dia rasakan. Henry Ford mengatakan ‘If you think you can, and if you think you can not, you are right’, jika anda berfikir anda bisa dan anda berfikir tidak bisa, keduanya anda benar.

Einstein juga mengakatan hal yang senada "Pertanyaan terpenting yang sering di tanyakan manusia adalah apakah dunia ini sulit? Dan apapun jawaban anda , anda benar." Artinya kalau anda menjawab "Ya, dunia ini sulit," maka yang terjadi dunia anda sulit . Tapi jika anda menjawab "Okey dunia ini fine", maka yang terjadi adalah dunia itu fine, yang akan masuk kedalam kehidupan anda.

Dan yang terpenting ini saudara-saudara, di dalam agama kita ada firman yang di catat dalam hadits qudsi, yang maknanya kira-kira begini ‘Aku mengikuti sangkaan hambaKu padaKu, jika sangkaanya baik dia mendapatkan kebaikkannya. dan jika sangkaannya buruk dia mendapatkan keburukannya. So hati-hati dengan fikiran dan perasaan kita . Pikiran akan membawa suasana perasaan dan suasana perasaan akan terus menggiring hidup kita menuju kesana.

Lalu apa kaitannya dengan persoalan pandemi ini ? karena ini memang kami sajikan untuk membantu saudara-saudara mengatasi masa pandemi .

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik . Pertanyaannya begini "Apakah kita bisa bertahan di dalam pandemi yang berkepanjangan  ini?" sekali lagi saudara-saudara, jawabannya tergantung saudara-saudara. kalau suadara menjawabnya saya tidak bisa bertahan ya itu yang mungkin akan terjadi, tapi kalau secara optimis "pasti ada jalan", ya itu yg insya Allah akan terjadi. Ingat apapun yang ada di pikiran saudara -saudara, saudara-saudara sedang membawa diri menuju ke sana.

Kita tidak tau pandemi ini sampe kapan. Maka kalau feeling kita terus-menerus buruk, kita akan membuat keputusan yang buruk, dan kita akan bertindak buruk, dan hasilnya pun buruk.  

Padahal perusahaan harus terus berjalan, kewajiban tiap bulan harus terus di bayar, hidup ini terus membutuhkan biaya. So, apa yang harus kita lakukan?  Bersihkan perasaan kita, maka pandangan kita tentang pandemik akan berubah.

Solusi mudah yang akan membantu saudara-saudara membersihkan perasaan adalah sebuah teknik sederhana, mudah dilakukan siapa saja, tetapi hasilnya menakjubkan, instan, dan langsung bisa dirasakan perubahannya. Ribuan orang dalam dan luar negeri sudah menikmati hasilnya dengan teknik ini. Seantero Indonesia sudah menggunakannya. Bahkan, Singapore dan Malaysia juga sudah menggunakan teknik ini . Teknik ini saya beri nama Creative Trauma Cleansing atau CTC.

Saya kira itu saudara-saudara, saya ingin ulangi bahwa, pikiran membuahkan perasaan dan perasaan yang terus menerus menetap di dalam diri kita akan menggiring kita menuju ke sana. Kalau perasaannya buruk akan menuju ke hal buruk, kalau perasaan optimis maka anda menuju kepada optimisme yang anda rasakan.

Salam
Jumala Multazam
CTC Author

Continue reading

MENTAL VIRUS

MENTAL VIRUS. Mirip seperti virus yang sebenarnya. Dia cepat menular, kecuali orang-orang yang memiliki kekebalan, mereka tidak mudah tertular virus ini. Virus ini menular melalui perkumpulan-perkumpulan, komunitas-komunitas, group whatsapp, dan group sosial media lainnya. Akibat yang paling buruk adalah virus ini pada tingkat akut dan kronis bisa membuat logika dan intelektual seseorang tidak bekerja dengan efektif, kemaharahan tidak terkendali, bahkan frustasi dan depresi.

BAHAYA YANG DITIMBULKAN.

Orang-orang yang terjangkit virus mental biasanya sulit untuk menemukan kebahagiaan, lebih rentan stress dan frustasi. Banyak karunia pada dirinya teteapi tidak bisa merasakan, semua jalan tampak buntu dan lebih mudah menyalahkan daripada mengakui prestasi orang lain. Perasaannya sensitif, logika dan intelektualnya sering tidak jalan, dan kemarahan yang tidak terkendali.

Keberuntungan menurun akibat dari lebih mudah bagi mereka melihat ketidak adilan daripada keberuntungan. Lebih mudah melihat kesempitan daripada kesempatan. Cemburu sosial makin terasa, sulit bersyukur dan hidupnya sulit bahagia, mudah marah dan sumbu pendek menjadi ciri khas orang-orang yang terjangkit virus mental..Dalam kondisi yang parah bahkan bisa menyebabkan kepribadian ganda, frustasi dan depresi.

BISA MENYERANG SIAPA SAJA

Virus ini bisa menjangkiti siapa saja, tidak hanya menjangkiti orang-orang awam, tetapi juga intelktual. Tidak hanya orang biasa tetapi juga orang-orang yang tampil sebagai panutan. Penyebab utama penularan biasanya dari kerumunana, perkumpulan, komunitas yang lama berinteraksi. Interaksi yang sementara biasanya tidak efektif untuk penularan. Orang-orang kecewa dan orang-orang yang sedang tidak beruntung atau gagal, biasanya lebih rentan tertular daripada orang - orang yang sedang berhasil atau sedang naik peruntungannya. 

CIRI-CIRI

- Nalar tidak berjalan, norma-norma umum hilang kecuali norma yang dipengaruhi oleh virus itu sendiri. 

- Mudah curiga, sulit mengakui prestasi orang lain, bahkan sulit melihat prestasi sendiri, sehingga lebih banyak mengeluh daripada bersyukur.

- Meskupun suhu panas, demam, bahkan bisa membara, tetapi mereka tahan di dalam komunitas yang membuat mereka tidak bisa move on. Mereka seperti berada di dalam wajan penggorengan yang panas tetapi tidak bisa keluar.

- Hal ini bisa terjadi mulai dari kelompon kcil yang hanya terdiri dari beberapa orang, kumpulan pertemanan, keluarga, tetangga, hingga dalam komunitas yang besar. 

PENYEMBUHAN

- Sadar diri, tanpa kesadaran maka mereka tidak akan mau mencari kesembuhan. Setelah sadar lalu berupaya untuk keluar dari komunitas panas itu.

- Peristiwa luar biasa yang membuat komunitas mental virus ini sock, lalu anggotanya pada sadar dan komunitas itu pelan-pelan bubar karena ditinggalkan anggotanya.

- Memperkuat mental positive dan memperbanyak bersyukur, karena orang yang kaya akan syukur lebih mudah bahagia dan jauh dari stress dan kecewa. 

- Bila sudah asadar tetapi tidak mampu keluar, datangi ahli mental di luar komunitas yang didiami sekarang

CTC Therapy sangat efektif untuk menyembuhkan penyakit virus mental ini, so datangi para terapis ahli CTC untuk membantu anda.

Continue reading